Wacana Keilmuan dan Keislaman
  • Civic Diary: Your IQ Is Not Everything

    Lewat bukunya Outliers, Malcolm Gladwell meneliti rahasia di balik orang-orang sukses. Menurut Gladwell, orang-orang berprestasi luar biasa alias outlier tidak muncul tiba-tiba. Modalnya juga bukan cuma IQ, bakat, ataupun kemampuan pribadi.
    Untuk menjadi outlier, mereka butuh dukungan lingkungan, mampu melihat dan memaksimalkan peluang, dan yang utama adalah kemauan untuk terus menempa diri.

  • Cerita Seorang Ibu yang Mengajari Arti Dari Sebuah Kesabaran Dan Kegigihan

    Di acara Watkins Annual Gathering, ia mempersembahkan penghargaan itu untuk kedua orangtuanya, “Saya senang menjadi penjual. Ayah saya dulunya juga seorang penjual; dan ibu saya mengajari kesabaran dan kegigihan. Dia takkan membiarkan saya menyerah.”

  • Pentingnya Ilmu Pengetahuan dalam Islam

    Manusia lahir ke dunia dilengkapi dengan seperangkat kemampuan internal, yakni rasa ingin tahu (curiousty) tentang sesuatu. Setelah sesuatu itu diperoleh, dengan akalnya manusia dapat memilah-milah sesuatu dengan jenis dari sesuatu itu.
    Dengan akal, manusia dapat melakukan observasi, penyelidikan, penelitian dan eksperimen untuk menemukan kebenaran, yang kemudian kebenaran ini terus dikembangkan menjadi teori.

Saturday, February 11, 2017



Dia yang tahu dan mengerti “mengapa” dia hidup, akan mampu menghadapi hampir semua keadaan dan tahu soal “bagaimana!” demikian ungkap, Viktor E. Frankl, seorang Ahli dan perumus Logo Terapi.
Mantan penghuni kamp nazi yang lolos dari kematian atas siksaan kaum fasis nazi itu, pernah menyaksikan dan mengalami berbagai penderitaan di dalam kamp maut. Ia menegaskan, “Personal meaning” menjadi hal penting yang menggerakkan individu untuk mencapai prestasi.
Menurutnya, meaningfulness atau kebermaknaan dalam hidup berhubungan dengan: Self Esteem yang tinggi dan perilaku yang murah hati terhadap orang lain.
Sebaliknya, meaningless atau ketiadaan makna dalam hidup berpasangan dengan ketidakpedulian, sikap nge-less atau melepaskan diri (diengagement).
Seseorang yang menjalani hidup dengan penuh kesadaran, memahami bahwa yang paling dirindukan oleh jiwa adalah menemukan makna hidup.
Para Ilmuwan merindu dan mencarinya ke dalam dunia ilmu pengetahuan. Para filosof merindu dan mencarinya ke dalam filsafat. Para guru atau pendidik merindu dan mencarinya ke dunia pendidikan, bahkan para karyawan dan para pekerja bangunan merindu dan mencarinya ke dalam pekerjaan mereka… Seperti halnya Santiago sang penggembala dalam buku The Alchemist yang merindu dan mencari makna hidupnya ke dalam domba-domba, kastil-kastil dan padang-padang rumput.
Apapun minat, bakat, serta bidang pekerjaannya, kita berada dalam “arus kecenderungan” yang sama, yaitu menemukan makna hidup! Kenyataan itu sekaligus menjelaskan, bahwa kedatangan jiwa ke dunia ini adalah untuk mencapai satu tujuan, yaitu menyadari dan memahami makna kehidupan. Setiap jiwa, berjuang untuk mencapai tujuan itu, baik secara material maupun spiritual, dengan jalan yang berbeda-beda.
Setiap individu dibekali kemampuan untuk melawan lingkungan luar yang sulit, serta untuk menahan dorongan fisik maupun psikologis agar dapat memasuki level baru dalam eksistensi diri, yaitu “meaning“ atau makna; yang membuat kehidupan individu itu menjadi signifikan dan bernilai.
Dalam bukunya “Man’s Search For Meaning”, Frankl menyebutkan tiga asumsi:
  1. kehidupan memiliki meaning/makna yang sangat luas, bahkan pada situasi yang paling menyakitkan atau tidak ada harapan.
  2. Sebenarnya sejak lahir kita semua dilengkapi “will to meaning” yang tidak mengejar kekuasaan atau kesenangan, melainkan untuk menemukan makna dan tujuan hidup, motivation for living, kehendak untuk hidup bermakna.
  3. Frankl percaya bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk menemukan personal meaning (makna hidup pribadi) dalam berbagai situasi, entah melalui aktivitas, pengalaman atau melalui sikap yang bermakna.
(Ditulis oleh: Andi Odang, CEO CRadio)
8:52 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More


Setiap berangkat kerja, aku selalu berpapasan dengannya. Namanya Pak Sambudi. Aku kenal beliau sejak aku masih duduk di bangku SMP. Usianya sekarang mungkin 70 tahun lebih. Meski begitu, ia masih terlihat segar. Senyum ramah selalu tersungging di wajahnya. Lebih dari separuh hidupnya, ia habiskan sebagai pegawai di kantor kecamatan.
Masih teringat jelas di benakku, bagaimana antusiasme Pak Sambudi saat masih aktif bekerja sebagai staff administrasi kecamatan. Dengan kehangatan khas yang dimilikinya, Pak Sam selalu sabar dan tulus melayani satu persatu masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Sekarang, saat ia sudah pensiun, orang orang masih menyayanginya. Bahkan banyak yang memang sengaja meluangkan waktu untuk datang berkunjung ke rumah Pak Sam, sekedar untuk ngobrol menyambung tali silaturahmi ataupun sekedar memberikan oleh oleh. Mungkin orang orang itu masih terkesan dengan sikap dan pelayanan yang pernah diberikan Pak Sam.
Benar kata orang bijak, “Apa yang datang dari hati, akan selalu mendapat tempat di hati”. Dan menurutku, Pak Sam adalah salah satu contohnya. Ia adalah orang yang memahami dengan benar esensi pekerjaannya. Ia menjadi insan yang mulia karena apa yang dikerjakannya.
Bunda Teresa juga pernah bilang, “apapun pekerjaan atau jabatan kita, jika diusut ke akarnya, sesungguhnya adalah sebuah eksistensi bagi kita untuk melayani”.
Sebuah teladan tentang pelayanan lewat pekerjaan, juga ditunjukkan oleh Abraham Lincoln. Pada masa kepresidenannya, perang saudara antara Utara dan Selatan tengah berkecamuk. Sebagai bentuk rasa hormatnya kepada para prajurit, Lincoln sering berkunjung ke rumah sakit.
Pada suatu kunjungan, dilihatnya seorang prajurit hampir mati. Lincoln mendekati prajurit itu dan berkata, “Adakah sesuatu yang dapat kulakukan untuk meringankan penderitaanmu, Nak?” Karena lukanya yang parah, prajurit itu tak mampu mengenali siapa pria baik hati itu.
“Sudikah Bapak menuliskan sebuah surat untuk ibuku?” tanya si prajurit kepada pria yang mendekatinya. Pria itu pun segera mengambil kertas dan pena untuk menuliskan surat bagi si prajurit.
Terbata-bata si prajurit mendiktekan suratnya, “Ibu tersayang, anakmu terluka parah dalam perang. Mungkin Aku tidak akan pernah sembuh. Jika aku pergi, janganlah terlalu merasa kehilangan. Peluk ciumku untuk Mary dan si kecil, John.”
Si prajurit terkulai dan tidak sanggup meneruskan suratnya. Maka pria yang menuliskan surat untuknya itu segera menandatangani surat pendek itu dan menambahkan tulisan di surat itu, “Ditulis oleh Abraham Lincoln untuk anak Anda,” kemudian untuk terakhir kalinya, ia menunjukkan surat itu kepada si prajurit untuk dibacanya.
Si prajurit terkejut menyadari bahwa pria baik hati itu tidak lain adalah Presiden Abraham Lincoln. Lantas sekali lagi ia bertanya, “Tuan Presiden, sudikah Tuan menggenggam tanganku?” Dan, Presiden Lincoln pun menggenggam tangan prajurit muda itu sampai ia menutup mata untuk selamanya.
Lincoln tidak sempat menanyakan nama si prajurit. Secara pribadi ia tidak mengenal pria muda itu, tapi ia menaruh peduli pada penderitaannya. Genggaman tangan Lincoln adalah kepedulian yang tak ternilai bagi si prajurit, yang menemaninya melewati derita dan ketakutan dalam menghadapi kematian.
3:52 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More


Hikmah dari kesulitan sangatlah besar. Banyak dari muslimah yang tidak menyadarinya. Kesulitan itu adalah mutiara terpendam dalam kelangsungan hidup kita. Di antaranya kesulitan memuat hal-hal berikut:

  • Kesulitan sebenarnya akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong.
  • Kesulitan akan Meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menaik epati sesama, menjadi do'a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang sholeh.
  • Kesulitan merupakan wujud ketundukan kepada tiran, merupakan sebuah penyerahan diri kepada Allah.
  • Kesulitan merupakan sebuah peringatan dini, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir.
  • Kesulitan merupakan upaya untuk menjaga hati dengan bersabar.
  • Kesulitan merupakan persiapan untuk menghadapa sang tuhan, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengannya. Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar.

Berpikir dan Bersyukur

Ingatlah setiap nikmat yang Allah Anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga kebawah kedua telapak kaki.

"Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya." (QS. Ibrahim: 34)

Kesehatan badan, kemanan negara, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tidak pernah mengetahuinya.

"Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin."             (QS. Luqman: 20)

Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki. Apakah anda tidak menyadari nikmat luar biasa itu?

"Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"                     (QS. Ar-Rahman: 13)

Apakah anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang mudah? Sedangkan kaki seringkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus-menerus tanpa henti. Apakah anda mengira bahwa berdiri tegak diatas kedua betis itu sesuatu yang menyenangkan, sedangkan keduanya bisa sahaja tidak kuat dan suatu ketika akan patah?

Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakal tertidur lena, Ketika sanak saudara di sekitar anda masih ramai yang tidak bisa tidur karena sakit yang ditanggungnya? Pernahkah anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih ramai orang di sekitar anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit.


Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan anda dari ketulian. Coba renungkan dan sentuhlah kembali mata Anda itu yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi akal anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.

Apakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung? Menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda hingga Anda menjadi bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara sehinggalah tiada yang tersisa lagi untuk diri Anda sendiri?

Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih dan gelisah meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur selenanya, dan kesehatan untuk terus melakukan kebaikan di dunia yang fana ini.

Anda serimgkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang tersedia ada di hadapan mata. Jiwa Anda mudah Tergoncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan penghantar kebahagiaan, karunia-Nya, kenikmatan dan sebagainya. Maka pikirkanlah semua itu, dan kemudian sama-samalah kita bersyukur.

"Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan"         (QS. Adz-Dzariayat: 21)

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan.

"Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya."         (QS. An-Nahl: 83)
2:32 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More


Seorang Penyair dalam sebuah syairnya mengugkapkan sebuah syair yang mengagumkan. Syair ini mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam pemhaman, pengelolaan dan kesabaran. Hendaknya muslimah bisa meresapi kedalaman makna dalam syair ini,
"Barangsiapa suka mempedulikan orang lain, ia akan gagal meraih nikmat kebahagiaan. Sedangkan orang yang gagah berani akan berhasil meraih nikmat kebaikan."
Kemudian, penyair yang lain mengatakan,
"Kami hidup dalam suasana yang bila para raja itu tahu niscaya mereka akan menebas kami dengan pedang mereka"
Selanjutnya, ada seorang penyair yang mengatakan,
"Di dalam hati seringkali Terlintas suatu keadaan. Yakni, yang bila kukatakan demikian, 'Seandainya para penghuni surga hidup seperti kami, maka mereka akan hidup senang.'"
Dia juga pernah mengatakan,
"Di dalam hati ini selalu muncul suasana di mana hati menari riang. Yakni. saat hati bergembira karena mengingati Allah dan Kehangatan hubungan dengan-Nya."
Seorang penyair lagi menngatakan,
"Ketika dimasukkan ke penjara, dan sesaat kemudian para sipir mengunci pintunya, aku seperti mendengar firman Allah."
"Lalu diadakan diantara mereka dindingyang mempunyai pintu.
Di sebelah dalamnya ada rahmat dan 
disebelah luarnya dari situ ada siksa."
(QS. Al-Hadid: 13)   
Didalam Penjara itu, penyair itu mengatakan,
"Apa yang bisa dilakukan musuh-musuh itu kepadaku? surga dan tamanku ada didalam dadaku, Kemanapun aku berjalan, maka keduanya kan selalu bersamakau. Kalaupun aku dibunuh, maka itu adalah kematian sebagai seorang syahid. Kalaupun diusir dari negeri asalku, maka itu adalah sebuah rekreasi, dan penjara adalah tempat ku menyendiri."

Memulai untuk bersabar adalah memulai dari diri sendiri. Meskipun dalam keadaan siksa, keadaan terpojok, tertindas sekalipun, manusia hendaklah memberanikan diri untuk bersikap sabar, orang boleh menyiksa kita, tapi hati kita tetap tenang dengan bersabar. Sebab, yang Tenang itu adalah yabg dekat dengan Allah.


12:00 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More


Alkisah di negeri antah-berantah, berkuasalah seorang raja tua yang sangat lalim. Tak ada satu pun kekuatan yang bisa menghalangi kesemena-menaan sang raja terhadap rakyatnya. Hingga pada suatu ketika sang raja jatuh sakit, dan berkumpulah semua tabib terbaik yang ada di kerajaan tersebut. Setelah beberapa saat memeriksa penyakit yang diderita sang raja, tabib pun menyampaikan temuannya: yaitu Raja menderita suatu penyakit aneh yang akan segera merenggut nyawanya, kecuali ditemukan obat penawarnya yang sangat sulit dicari, berupa ”jantung manusia terpilih.” Mendengar hal itu, raja segera memerintahkan seluruh bala tentara kerajaan untuk mencari manusia terpilih yang dimaksud, agar penyakitnya dapat segera disembuhkan.
Demikianlah, seluruh pasukan kerajaan pun disebar keseluruh penjuru negeri, guna menemukan manusia terpilih itu. Singkatnya, orang yang dicari itu berhasil diketemukan. Ia adalah seorang bocah belasan tahun, putera tunggal sepasang petani miskin. Menyadari bahwa anak satu-satunya mau dibawa ke istana dan jantungnya akan dipersembahkan kepada raja, orangtua si bocah menangis sejadi-jadinya. Untungnya si bocah ternyata anak yang tabah. Dalam keadaan seperti itu, ia justru yang menenangkan kedua orangtuanya. Sehingga, meski orangtuanya tetap tak rela, tetapi anak itu berangkat bersama rombongan tentara kerajaan.
Sesampai di istana, si bocah itu pun dibawa menghadap sang baginda raja. Sejenak sebelum dilakukan pembedahan untuk mengambil jantung anak itu, raja menyempatkan bertatap muka dengan si bocah.
”Berapa umurmu?” tanya raja.
”14 tahun yang mulia” jawab anak itu.
”Tahukah kamu, kenapa kamu dibawa kemari?”
Dengan tenang si anak menjawab,
”hamba paduka, hamba paham. Hamba sungguh merasa sangat bangga jika melalui hamba, paduka bisa sembuh seperti sedia kala”
Dengan masih penasaran oleh ketabahan dan ketenangan si bocah, raja kembali bertanya.
”tahukah kamu bahwa kesembuhanku harus ditukar oleh nyawamu?”
Dengan polos si bocah menjawab
”hamba siap menyerahkan nyawa, demi kesembuhan paduka”
Mendengar jawaban itu sang raja terhenyak, ditatapnya dalam-dalam mata sang bocah. Sejenak, suasana hening memenuhi suasana. Pada momen itu, masuklah seberkas insight kedalam benak sang raja. Bagaimana mungkin bocah yang masih semuda itu bisa begitu tulus dan begitu tenang mengikhlaskan nyawanya untuk orang lain?
Sejurus kemudian, pikiran raja mulai berkecamuk, dipenuhi oleh rasa malu, khususnya malu pada diri sendiri. Kalau bocah belasan tahun dihadapannya, yang masih mempunyai masa depan panjang, rela kehilangan nyawa bagi dirinya, kenapa ia yang sudah begitu tua justru sangat takut menghadapi kematiannya? Sehingga harus mengorbankan nyawa orang lain sebagai tumbal? Tepat pada saat pikiran sang raja berkecamuk itu lah, momen penting tengah terjadi! Karena tiba-tiba, raja membatalkan niatnya untuk memngambil jantung sang bocah…hingga gegerlah para penghuni istana.
Para tabib mencoba meyakinkan raja, bahwa konsekuensi dari keputusannya itu adalah kematian. Akan tetapi raja tetap bersikukuh. Tiba-tiba sesuatu keanehan terjadi. Dengan melepaskan si bocah, mendadak penyakit raja menghilang begitu saja. Raja justru sembuh dan kembali pulih seperti sediakala. Dan sejak MOMEN itu, sikap raja berbalik 180 derajat dari sebelumnya sangat kejam dan semena-mena terhadap rakyatnya kini raja memerintah dengan arif dan bijaksana. Menurut cerita, raja tetap hidup bahagia dalam waktu yang sangat lama, dan ketika wafat, ia masuk surga.
Sepenggal kisah tadi mengilustrasikan betapa kuat peran suatu ”momen” dalam mengubah kehidupan seseorang. Serta betapa ”momen” yang demikian pendek (dalam kisah tadi, terjadi ketika pikiran raja berkecamuk dan akhirnya raja batal mengambil jantung si bocah), mampu merubah kehidupan seseorang secara fundamental dan revolusioner. Dalam kehidupan nyata pun, kisah-kisah serupa seringkali terjadi. Misalnya, bagaimana seseorang yang memulai dari Zero hingga berhasil dan menjadi Hero, disadari atau tidak, orang tersebut sebelumnya telah melewati sebuah momen penting, dimana seberkas cahaya ilham, inspirasi, enlightmen atau apapun namanya, telah masuk kedalam qalbunya hingga berbuah keputusan penting.
Lalu, apa itu momen?
10:06 AM   Posted by My Science in with No comments
Read More

Friday, February 10, 2017



Manusia itu memang benar-benar unik ya.. Gimana enggak? Kita semua masing-masing dianugerahi “kemampuan pada tingkat yang tak tertandingi,” sedikitnya dalam satu bidang kehidupan!
Itulah mengapa setiap manusia selalu membutuhkan manusia lain. Karena apapun kehebatan dan kelebihan yang kita miliki, selalu hanya berada pada bidang-bidang tertentu saja, sehingga kita selalu memerlukan orang lain untuk menutup kekurangan yang kita miliki. Inilah yang kemudian menjadi dasar ”pertukaran nilai”.
Seseorang yang punya kelebihan tertentu, akan ”memproduksi” sesuatu yang dibutuhkan orang lain. Lalu sebaliknya, orang yang membutuhkan tadi, juga memiliki satu kelebihan lain, yang juga dibutuhkan orang yang lain lagi! Sebuah supply dan demand yang begitu indah. Itulah kenapa, setiap ketrampilan khusus kita, pasti ada yang membutuhkannya!
Pepatah bule mengatakan: 
“There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Setiap jenis penulis, pasti ada pembacanya.
Satu hal, secara fisiologis, yang membuat manusia menjadi lebih unggul dari makhluk lainnya adalah adanya karunia otak atau pikiran. Dalam kajian Neuro Linguistic Programming (NLP), sistem kerja otak diantaranya menggunakan pola afirmatif. Yaitu penggunaan pola informatif berulang-ulang sehingga pada akhirnya akan lahir new believe.
Apapun yang diyakini oleh otak, maka sinyalnya akan ditransfer ke seluruh organ tubuh melalui sistem syaraf. Dan sinyal yang dikirim oleh otak akan diterima sepenuhnya dengan serta merta tanpa ada resistensi sedikitpun.
So, mulai sekarang, prioritaskan otak kita hanya menerima hal hal yang positif, keberhasilan, ataupun kuasa tanpa batas. Sehingga fisik kita akan terbangun menjadi fisik dengan kualifikasi positif, keberhasilan, unlimited power dan serba berkelimpahan. Remember, you’re all special.
4:37 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More


Gak tau kenapa, malam ini aku tiba tiba kangen papa. Padahal kalau dipikir pikir, kami sudah terbiasa ditinggal papa berhari hari untuk perjalanan bisnisnya. Ya, sekitar 4 tahun yang lalu, papa resign dari kantornya dan memutuskan untuk merintis usaha sendiri.
Menurut papa, gaji bulanan papa sudah tidak cukup lagi untuk mengcover kebutuhan kami. “Kita butuh revolusi..!! begitu kata papa. Dan alhamdulilah, keputusan papa memang tepat. Pelan tapi pasti, kondisi keuangan kami semakin membaik. Uang sudah bukan masalah lagi bagi kami. Meski begitu, papa selalu wanti wanti agar kami selalu bijak dengan uang. Yang selalu aku ingat, Papa pernah bilang gini,” Menjadi kaya itu bukan hanya sekedar seberapa banyak uang yang kita miliki, tetapi apa yang tersisa ketika seluruh uang kita hilang.”
Bener juga kata papa tadi. Buktinya, ada saja orang-orang yang tidak peduli seberapa banyak mereka kehilangan uang atau seberapa bangkrut usahanya, eh ujung-ujungnya mereka bisa bangkit lagi. Donald Trump misalnya. Salah satu sosok Tokoh yang sangat Kontroversial ini pernah suatu ketika mengalami krisis ekonomi dunia di awal 90an, Trump bukan hanya bangkrut total, tapi juga punya hutang sebesar 900 juta dolar. Tapi hanya dalam waktu singkat, Trump bisa kembali berjaya.
Nah, pertanyaannya adalah, apa sih sebenarnya yang dilakukan Donald Trump sehingga dia bisa membalikkan keadaan dalam waktu sesingkat itu..?? Dalam The Wealth Paradox, Roger Hamilton menyebut orang orang seperti Donald Trump ini sebagai Wealth Creator. Yaitu mereka yang fokus pada membangun wealth foundation ketimbang sibuk melakukan money making activities. Mereka membangun reputasi, menciptakan jaringan yang kuat, membekali diri dengan ilmu, keahlian, kompetensi, dan seterusnya.
Ibaratnya, wealth foundation adalah taman kita dan uang adalah kupu-kupu yang hinggap di taman kita. Kupu-kupu bisa datang dan pergi kapan saja, sama seperti uang. Walau demikian, kupu-kupu tersebut akan terus datang dan hinggap, bahkan semakin hari semakin banyak, ketika kita berhasil membangun sebuah taman yang semakin hari semakin indah. Dengan kata lain, ketika kita terus membangun dan meningkatkan wealth foundation, lihatlah, uang dan kekayaan justru akan terus berdatangan menghampiri kita.
4:28 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More

Sudah 3 bulan ini aku punya asisten. Namanya Inez. Dia 4 tahun lebih muda dari aku. Meski begitu, diam diam aku banyak belajar darinya. Dalam hal pekerjaan, Inez adalah tipe orang yang punya prinsip works for learning, bukan works for earning.
Jadi gak heran, kehadirannya ibarat malaikat penolong buat kami. Ia begitu helpful. Gak itungan soal pekerjaan. Dimintai tolong apappun, dengan antusias ia selalu bilang yes, sekalipun itu bukan tugas dia. Baginya, bekerja adalah alat untuk belajar, bertumbuh dan kesempatan untuk ikut berkontribusi.
Ia juga pernah bilang gini, “Dengan banyak belajar mengerjakan hal hal baru, siapa tahu aku bisa menemukan kemampuan terbaikku.” Super sekalii kan? Menurutku Inez adalah orang yang paham tentang apa itu kerja dan apa itu karir. Meski aku tidak yakin Inez sendiri menyadarinya.
Kalau menurut Rene Suhardono dalam bukunya Your Job Is Not Your Career, karier adalah milik kita sendiri. Karir lebih menyangkut tentang passion, tujuan hidup, values, dan motivasi dalam berkarya untuk memberikan kontribusi kepada lingkungan kita. Sedangkan pekerjaan atau Job adalah milik perusahaan, berkaitan dengan tujuan perusahaan, job description, lingkungan kerja dan kompensasi. JOB hanyalah sebuah alat, sebagaimana mobil, yang akan mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lain.
Nah, kembali ke soal karir. Karir juga sangat dipengaruhi oleh refleksi diri dan sudut pandang diri kita. Apabila kita menganggap karir kita adalah seberapa banyak uang yang masuk ke dalam rekening kita tiap bulannya, jabatan, pangkat ataupun gelar akademis, maka itulah refleksi dari karir kita. Meski sebenarnya, uang atau jabatan hanyalah atribut, bukan esensi dari karir.
Selain itu, Rene juga menyinggung soal Passion. Rene menegaskan bahwa passion berbeda dengan hobi, “Passion bukanlah segala sesuatu yang kita kuasai, tapi sesuatu yang kita cintai. It’s about what you enjoy the most!.
Gambaran sederhananya, passion adalah sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati, dengan segenap cinta yang kita miliki, sekalipun kita tidak dibayar. Passion sendiri adalah salah satu unsur karir. Karir haruslah melibatkan passion, tujuan hidup, values, achievement, dan kebahagiaan.” Menemukan passion ini adalah hal yang gampang-gampang susah karena sesungguhnya passion itu sudah ada di dalam diri kita sendiri. “Your passion is your most precious gift from our Creator”.
Terus kalau ada pertanyaan kenapa kita harus menggali dan mengenali passion kita? Jawabannya adalah “Because you are your most resilience, your most innovative, and your most amazing in your passion. And your passion shall lead you to the best version of yourself!”
4:18 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More

Banyak orang berpikir bahwa kebahagiaan adalah soal kekayaan, soal seberapa banyak uang yang kita miliki. Maka banyak orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya, siang dan malam, hanya untuk mencari uang. Mereka pikir, dengan punya banyak uang, mereka bisa memiliki apapun yang diinginkan. Setelah uang didapat, target selanjutnya adalah mencari kebahagiaan. Nah, pertanyaannya kemudian adalah, apa benar uang dan barang-barang yang berhasil kita beli itu lantas secara otomatis bisa membuat kita bahagia?
Ada sebuah studi menarik terkait uang dan kebahagiaan yang dilakukan oleh Warwick University. Hasil studi tersebut dijadikan tulisan dengan judul yang cukup menggelitik, “Money Only Makes You Happy If It Makes You Richer Than Your Neighbour”. Ya, uang hanya bisa membuat kita bahagia jika sudah bisa membuat kita lebih kaya dari tetangga.
Hasil studi tersebut sekaligus membuktikan bahwa manusia memang suka membandingkan dirinya dengan orang lain. Hasil perbandingan itu kemudian digunakan sebagai penentu kebahagiaan. Kalau hasilnya menunjukkan kita lebih baik, lebih pintar, ataupun lebih kaya dibanding orang lain, kita baru merasa bahagia.
Tapi yang jadi masalah adalah, haruskah kita menjadi orang yang lebih kaya dulu baru kemudian bahagia..?? Setiap hari banyak orang kaya yang lebih kaya dari kita. Jika kita harus lebih kaya dulu baru kemudian bisa bahagia, akan sampai kapan kita bisa menjadi kaya yang sempurna?
4:13 PM   Posted by My Science in with No comments
Read More

Search